Mengintip Sunrise dari Puncak Gunung Ireng

Mengintip Sunrise dari Puncak Gunung Ireng


Langkahkan kakimu untuk melihat sunrise ke penjuru dunia, karena kehangatannya akan selalu berbeda-beda. Dan ketika kamu masih bisa merasakannya, ucapkan rasa syukur karena kau termasuk salah satu manusia yang beruntung masih diberi waktu untuk hidup di dunia ini.

Kali ini aku akan membawa kalian ke Gunung Kidul untuk menikmati salah satu spot sunrise terbaik di sana. Dinginnya udara pagi membuat aku dan 5 temanku sedikit mengurangi kecepatan saat mengendarai sepeda motor. Tepatnya dari arah Yogyakarta, aku mengunjungi tempat untuk melihat sunrise sesuai rekomendasi pilihan dari Google, dan pilihan tertuju kepada Gunung Ireng.

Pukul 06.10 WIB, aku telah sampai di parkiran object wisata Gunung Ireng. Dengan dikenakan biaya pengunjung Rp. 3.000,- per orang aku sudah bisa masuk ke sana. Untuk Parkir motor sendiri dikenakan uang parkir sebesar Rp. 2.000,- dan Parkir Mobil Rp. 3.000,-. Jangan khawatir, lahan parkir di sana cukup luas dan nyaman walaupun masih beralaskan tanah.

Aku mempercepat langkah kaki khawatir matahari akan beranjak naik, karena waktu yang dibutuhkan untuk sampai di puncak kurang lebih selama 5 menit. Jaraknya yang cukup dekat dengan parkiran motor, dijamin pengunjung tidak akan kelelahan. Jalan menuju kesana pun sudah dicor, dan disamping kanan kiri terdapat pohon jati untuk memanjakan mata pengunjung.

Sampai di puncak, pandanganku langsung tertuju pada Gubuk Kayu beratap jerami di ujung tebing. Di Gubuk kayu tersebut sudah ada orang yang berfoto dan beberapa orang yang mengantri. Dikarenakan aku ke sana weekend, pengunjung yang datang lumayan lebih banyak dari hari biasanya.

Aku mulai mendekati pinggiran tebing untuk melihat lebih dekat sunrise yang perlahan sudah naik ke permukaan. Kabut tebal masih menyelimuti perumahan warga dan sawah-sawah yang terlihat dari puncak gunung. Sungguh, spot sunrise kali ini berbeda dari yang pernah aku lihat sebelumnya.


Semakin siang kabut mulai memudar, terlihat jelas persawahan dengan tanaman padi yang hijau membuat saya tidak berhenti melihatnya. Perbukitan juga terlihat sangat jelas dan menawan dari sini.

Bebatuan di sini berwarna hitam, mungkin inilah alasan kenapa dinamakan gunung Ireng, karena dalam Bahasa jawa Ireng itu adalah hitam. Beberepa Gazebo juga dibangun di sekitar puncak gunung. Jumlahnya yang cukup banyak memudahkan bagi pengunjung untuk beristirahat. Selain itu Gazebo juga bisa digunakan untuk spot foto dengan latar belakang persawahan.


Beberapa spot foto telah disediakan, mulai dari Gubuk kayu, kemudian papan dari kayu yang lumayan lebar dengan dikelilingi pagar yang terbuat dari batang kayu. Spot selanjutnya adalah tempat tidur yang terbuat dari kayu, dan beberapa papan kayu yang dibuat bulat dan kotak yang diletakan di sekitar area puncak gunung. Fasilitas lain adalah toilet, jadi kalian tidak perlu khawatir berlama-lama di sana.

Menurut tulisan yang terpasang di pintu masuk, sejarah Geologi Gunung Ireng adalah sebagai berikut: “Nama Gunung Ireng diambil dari warna batuan di puncak Gunung Ireng. Batuannya dicirikan oleh warna hitam (dalam Bahasa jawa berarti (Ireng), berlapis-lapis semu, ada yang fragmental da nada yang masif (padat). Batuan tersebut terbentuk mengikuti kaidah keilmuan dalam geologi, yaitu oleh proses gunung api, seperti yang dapat dijumpai didalam tubuh Gunung Merapi, 60 km di uataranya. Secara geologi warna hitam dalam batuan di Gunung Ireng dibentukoleh proses oksidasi batuan kaya Fe (Ferrum – unsur besi)”.


Karena cuaca semakin panas, saya dan teman-teman memutuskan untuk kembali lagi ke Yogyakarta. Saran saya, jika kalian berniat pergi ke sana usahan sampai sebelum pukul 06.00 WIB agar mendapat Sunrise yang bagus.

3 thoughts on “Mengintip Sunrise dari Puncak Gunung Ireng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *