Sepucuk Surat Untuk Ibu

Sepucuk Surat Untuk Ibu

Jakarta, 07 April 2020

Untuk ibu tersayang,

Bagaimana kabar Ibu hari ini? Semoga ibu baik baik saja di sana. Ibu, aku ingin bilang kalau sampai detik ini, anakmu yang nakal ini selalu merindukanmu dan menyimpan jutaan sayang untukmu.

Ibu, terima kasih telah diijinkan singgah selama 9 bulan di rahimmu dan bersedia melahirkan anak sepertiku. Engkau dengan senang hati bersedia menyusui, memandikan, menyuapi, dan merawat saat aku masih kecil. Itu hanya sebagian kecil wujud kasih sayang yang engkau berikan. Masih ada banyak lagi, bahkan seberapa banyak kertas pun tak cukup untuk menuliskan semua kasih sayangmu.

Ibu, Maafkan anakmu jika selama ini membuatmu sedih, menyakitimu dan melakukan banyak kesalahan. Aku akan selalu belajar agar menjadi anak yang baik, berbakti, dan mengabdi kepadamu. Ibu, jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkanku jika anakmu ini melakukan kesalahan. Satu hal yang aku takutkan bu, saat engkau tidak lagi memperdulikanku.

Ibu, aku masih ingat dulu aku minta dibelikan sepeda motor saat masih sekolah. Aku marah dan memaksamu untuk membelikannya. Aku bahkan tak peduli harga motor itu  sangat mahal. Aku tahu betul saat itu ibu tidak mempunyai uang untuk membelinya. Engkau terpaksa berhutang ke bank untuk membelikanku sepeda motor, bahkan kau tidak memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang untuk melunasinya nanti. Engkau hanya ingin melihatku tersenyum dan bahagia. Dalam hati, ibu pasti sangat sedih dan takut kalau tidak bisa melunasi hutang bank itu.

Ibu, jika dari dulu aku menyadari kalau mencari uang itu susah, mungkin aku tidak akan melakukan hal tersebut. Sekali lagi aku minta maaf bu, telah menyusahkanmu karena ulah anakmu yang nakal ini. Jika kelak aku mempunyai banyak uang, sebanyak uang yang aku miliki pun tidak akan cukup untuk membayar semua yang telah engkau lakukan karena kemulian hatimu bu.

Waktu begitu cepat berlalu ya bu, sepertinya baru kemarin ibu menggendongku sambil menyanyikan lagu anak-anak. Sekarang Aku sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa yang mandiri berkat ibu. Sekarang kita terpisah jauh bu, karena anakmu ini harus bekerja untuk mewujudkan cita-citaku dan mempersiapkan diri untuk membuat keluarga kecil sendiri. Ibu, Engkaulah satu satunya orang sang sabar mengajarkanku cara berjalan, berbicara, dan banyak hal untuk mengenal hidup ini.

Ibu, Saat ini aku belum bisa memberikan sesuatu yang bisa membuatmu bahagia dan merasa bangga. Suatu saat nanti, aku janji akan melukiskan kebahagiaan itu di wajahmu dan membuat harum namamu serta membuatmu tersenyum karena telah memiliki anak sepertiku. Ibu, terima kasih telah mendoakan anakmu ini hingga anakmu bisa bekerja sesuai keinginanku. Aku akan terus belajar dan bekerja keras agar semua cita-citaku selama ini dapat terwujud. Dan jika kelak anakmu ini sukses, itu karena doa-doa Ibu telah dikabulkan Allah SWT.

Ibu, jangan khawatirkan keadaanku di sini, karena anakmu baik baik saja. Aku akan pulang nanti kalau sudah waktunya. Ibu, semoga kelak anakmu bisa mendapatkan Istri yang baik sepertimu. Aku di sini selalu mendokan agar ibu selalu sehat, panjang umur, dan mempunyai banyak rezeki di setiap shalat 5 waktuku.

Ibu, hanya goresan tinta sederhana ini yang bisa aku kirimkan, semoga Allah SWT selalu melindungi ibu di sana. Sekali lagi terima kasih telah menjadi ibu kebanggaanku dan rela berkorban tanpa mengharapkan imbalan apapun dariku.

Aku sayang ibu……….

Dari anakmu di perantauan,

HARJUNA EDI

28 thoughts on “Sepucuk Surat Untuk Ibu

  1. Seorang ibu akan selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya mas. Saat anak-anaknya tidak memikirkannya, ibu selalu teringat dan mendoakan anak-anaknya agar selalu baik-baik saja.
    Ibu juga selalu mengajarkan optimis dan lebih realistis dalam menjalani hidup. Sabar, nanti juga bakal ada waktunya.

    Makasih mas Juna, surat untuk ibu sangat bagus 🙂

  2. Selalu suka dengan tema, alur dan pilihan kata dari semua tulisan bang Juna. Sekali baca tuh ndak cukup. Selalu ada pesan tertentu, di satu dua kalimat yang so impressively. Keren bang. Hormat saya untuk ibunda ya Bang

  3. Sepucuk surat untuk ibu yang menuangkan segala isi hatimu ya kak, semoga bisa segera pulang dan ketemu ibumu ya kak. Sehat,panjang umur dan bahagia selalu untuk ibu. Memang semua ibu selalu berdoa yang terbaik untuk anaknya apapun dilakukan,dipikirkan jangan sampai anaknya ga bahagia, walaupun udah dewasa masih tetap saja mengingatkan itulah ibu.

  4. Satu ibu bisa merawat 10 anak , satu anak blm tentu bisa merawat seorang ibu…begitulah kira2 ya kak gambarannya. Semua ibu pasti akan melakukan yg terbaik untuk anaknya. Buat yg masih pnya ibu tetap hormat dan takzim dengan ibu, buat yg sdh Tdk pnya ibu rajin kirim doa. Semoga kita semua menjadi anak yg berbakti pd ibu

  5. Kasih sayang ibu itu sepanjang masa, Ibu wanita yang tidak pernah berharap lebih dari anaknya.. Ia hanya menginginkan dikasihi dan disayangi dengan sepenuh hati, semoga kita semua bisa berbakti kepada kedua orang tua kita sampai Tuhan memanggil kembali salah satu dari kita.. Aamiin

  6. Semangat Mas Juna, nanti ada waktunya Kok ketemu Ibunya. Ibunya mas Juna juga pasti berdoa setiap waktu untuk Mas Juna.

    Ibu itu malaikat tanpa sayap, yang kadang sering berubah wujud tiba-tiba jadi superhero (baca : wonderwomen) Hehe

  7. Kalau mama saya, selalu bilang masih kenyang kalau diajak makan bareng. Maksudnya, biar sy bs makan sepuasnya dulu. Sisanya baru buat mama.. Padahal itu makanan kesukaan mama

  8. keren, Ibunya bang Juna pasti bangga punya anak sprti bang juna, terlebih masih bisa menuangkan perasaannya dalam bentuk tulisan sprti ini. menurutku di jaman sekarang masih jarang sekali ada yang mau melakukannya

  9. Ini kau nulis nakal gini, sudah diucapkan juga ke ibu mu? Kalau ibu ada silakan diucapkan, jiak sudah berpulang doakan 🙂

    Anyway kau itu nakal, Jun? Seberapa nakalnya kamu emang? hahaha

  10. Semoga Ibunya Ka Juna sehat selalu disana. Orang tua itu memang gitu yaa, mau anaknya bertingkah kaya gimana pun tetep akan dipedulikan dan diusahakan yang terbaik utk anaknya. Apalagi seorang ibu

  11. Semoga segera mendapatkan seseorang yang menyayangimu seperti ibu. Kasih sayang seorang ibu tak kan pernah tergantikan oleh apapun. Seorang laki-laki adalah anak seorang ibu selamanya. Semoga limpahan berkah selalu tercurah untuk seorang ibu.
    Slaam hormat buat, ibumu yah, BangJun

  12. Tulisannya udah dikasih ke ibunya belum nih? pasti ibunya terharu dan bangga banget sama Bang Jun sekarang.

  13. Sedih banget tulisannya ttg ibu, Ibu itu malaikat tak bersayap. Yang paling sabar, paling happy klo anaknya happy, paling tersayat saat anaknya tersakiti, pemaaf dan support system. Semoga selalu diberi kesehatan untuk ibunya Kak.

  14. terima kasih sudah menceritakan perasaanmu nak…
    melelahkan ya disana?
    ibu tidak khawatir nak, ibu hanya rindu…
    nak…tidak sukses pun, kamu tetap anak ibu yang terbaik…

    maaf numpang curhat beb…..hiks

  15. Melihat anaknya bisa mandiri seorang ibu pasti sudah senang sekali. Tak ada yang diinginkan seorang ibu selain anaknya bahagia. Bahkan seorang ibu akan rela mengorbankan kebahagiannya untuk anak-anaknya. Sehat selalu untuk ibunya ya, Kak. Semoga segera dapat mantu #eh

  16. Haha jadi kangen ibu, btw kalo bikin tulisan begini aku suka malu kalo dibaca sama ibu, kadang cuma jadi pengakuan dalam diri sendiri aja. Semoga suatu hari aku berani menuliskan kaya gini buat orang tua aku.

  17. Aku yakin pasti kamu nangis saat nulis ini kak Jun, aku yang baca nya aja merinding terharu. Langsung inget ibuku juga, langsung call ibu juga utk bercanda ria kembali. Sehat sehat selalu untuk ibu kak Juna, ibu aku dan semua ibu hebat di dunia ini. Ibu kamu pasti bangga punya anak seperti Harjuna Edi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *